CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Kamis, 04 Juni 2015

#NulisRandom2015 - Kamis, 05 Juni 2015



Kita tiada dituntut untuk  selalu menjadi  yang terbaik namun kita dituntut untuk selalu mencoba melakukan dengan cara terbaik.

Cinta tiada menuntut kesempurnaan, dia hanya datang disaat sang penerima sudah siap dengan hadirnya, dia pantas menilai dengan berbagai aspek didalamnya.

Sosoknyapun tiada meminta untuk terperfect didalamnya, namun sosoknya memilih terbaik untuk masa depannya nanti.

***

Sukses seseorang tiada ditentukan oleh orang lain. Kesempurnaan hidup tiada ditakdirkan oleh teman, saudara bahkan kedua orang tuanya, namun pribadi individu dalam mendidiknya.

Aku dan mimpiku, tiada sama sperti dirimu kawan. Tujuan yang kita rajut dengan langkah pasti yang juga tiada bertemu, memaksaku untuk memisahkan diri dan berjalan biar seorang diri.

Aku dan cita-citaku, tiada berbeda dengan yang lainnya. Ingin meraih bahagia diujung penantian. Bukan kesedihan dan penyesalan yang diharapkan, aku mohon semangatilah aku, aku mohon dukunglah aku dan aku mohon apresiasilah aku.

Aku dan hidupku, tiada kata lain selain sukses yang ingin diraih dan surga sebagai akhirnya.

***

Berjalan dikoridor yang tak sama, berjalan dijalan yang juga berlainan, memaksaku untuk membunuh hawa dan nafsu sesaat. Bantu aku untuk terus sabar, untuk terus berjalan meski tertatih, untuk terus berjalan meski luka dirasa.

Waktu yang diberikan sudah cukup mengantarkanmu kepada jalanmu, waktu yang diberikan sudah cukup membuatku belajar banyak hal, waktu yang diberikan sudah cukup bagiku untuk mengenal siapa kamu.

Biarlah aku hanya menjadi sesaat, biarlah aku tak menjadi selamanya dan biarlah aku bukan menjadi mereka yang disisimu karena semua itu sudah kamu miliki saat ini.

Izinkan aku pergi untuk menjemput mimpiku, izinkan aku pergi mengejar citaku, izinkan aku pergi bahagia pilihanku.

Mungkin visi yang kita bangun diawal tidak menjadikanku kuat untuk selamanya, tidak menjadikanku tangguh untuk menghadapinya, tidak menjadikanku pribadi diriku sendiri.

Sudahlah, mungkin memang ini jalannya, mungkin memang ini yang harus terjadi dan mungkin yang terbaik adalah ini.

***

Ku tunggu engkau dipersimpangan jalan, ku tunggu engkau diujung jalan, ku tunggu engkau diakhir penantian.

Untuk kita dapat saling menceritakan perjalanan panjang yang sudah kita lalui, untuk kita dapat saling berjumpa dengan pembuktian kebahagiaan masing-masing pilihan kita.

Sabarlah sabar wahai kawanku, saat ini biarlah perasaan dan logika kita bermain. Dalam menentukan kemana kaki kita akan melangkah, dimana kaki kita akan berpijak dan apa yang harus kita lakukan.

Tetaplah genggam tanganku, tetaplah rangkul pundakku, tetaplah disini bersamaku. Karena aku masih membutuhkan sahabat sepertimu.
Kamis, 05 Juni 2015
Asrama B2-19:00

Tidak ada komentar:

Posting Komentar