CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Senin, 11 Februari 2019

Karakteristik Ekonomi Terbaik | DEPOK POS

Ekonomi memiliki karakter tertentu yang dibedakan dengan paham lainnya. Suatu paham termasuk ekonomi dibangun oleh suatu tujuan, prinsip, nilai dan paradigma. Sebagai misal, paham liberaslisme dibangun atas tujuan terwujudnya kebebasan setiap individu untuk mengembangkan dirinya. Kebebasan ini akan terwujud jika setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Oleh karena itu, kesamaan kesempatan merupakan prinsip yang akan dipegang yang pada akhirnya akan melahirkan suatu paradigma persaingan bebas.

Ekonomi Islam dibangun untuk tujuan suci dituntun oleh ajaran Islam dan dicapai dengan cara-cara yang dituntunkan pula oleh ajaran Islam. Oleh karena itu, ke semua hal tersebut saling terkait dan terstruktur secara hierarkis, dalam arti bahwa spirit ekonomi Islam tercermin dari tujuannya dan ditopang oleh pilarnya. Tujuan untuk mencapai falah hanya bisa (Islamic values) dan pilar operasional yang tercermin dalam prinsip-prinsip ekonomi (Islam principles).

Dari sinilah akan tampak suatu bangunan ekonomi Islam dalam suatu paradigma, baik paradigma dalam berpikir dan berperilaku maupun bentuk perekonomiannya. Pilar ekonomi Islam adalah moral. Hanya dengan moral Islam inilah bangunan ekonomi Islam dapat tegak dan hanya dengan ekonomi Islam lah falah dapat dicapai. Moralitas Islam berdiri diatas suatu postulat keimanan dan postulat ibadah. Esensi dan moral Islam adalah tauhid. Implikasi dari tauhid bahwa ekonomi Islam memiliki sifat transcendental (bukan sekuler), dimana peranan Allah dalam seluruh aspek ekonomi menjadi mutlak.

Tujuan ekonomi Islam adalah sebagaimana tujuan dari syariat Islam itu sendiri (maqashid asy syariah), yaitu mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat (falah) melalui suatu tata kehidupan yang baik dan terhormat (hayyah thayyibah) inilah kebahagiaan hakiki yang diinginkan oleh setiap manusia, bukan kebahagiaan semu yang sering kali pada akhirnya justru melahirkan penderitaan dan kesengsaraan. Dalam konteks ekonomi, tujuan falah yang ingin dicapai oleh ekonomi Islam meliputi aspek mikro ataupu makro, mencakup horizon waktu dunia maupun akhirat.

Ekonomi Islam tidak sekedar berorientasi dan pembangunan fisik material dari individu, masyarakat dan Negara saja. Tetapi juga memerhatikan pembangunan aspek-aspek lain yang juga merupakan elemen penting bagi kehidupan yang sejahtera dan bahagia. Pembangunan keimanan merupakan prakondisi yang diperlukan dalam ekonomi Islam, sebab keimanan merupakan fondasi bagi seluruh prilaku individu dan masyarakat. Jika keimanan seseorang kokoh dan benar, yaitu memegang Islam secara (kaffah), maka niscaya semua muamalah akan baik pula.

Keimanan dengan sendirinya akan melahirkan kesadaran akan pentingnya ilmu, kehidupan, harta, dan kelangsungan keturunan bagi kesejahteraan kehidupan manusia. Keimanan akan turut membentuk preferensi, sikap, pengambilan keputusan dan perilaku masyarakat. Manusia memerlukan pemenuhan kebutuhan keimanan yang benar, yang mampu membentuk preferensi, sikap, keputusan dan perilaku yang mengarah pada perwujudan mashlahah untuk mencapai falah.

Dengan demikian, sebagai suatu cabang ilmu, ekonomi Islam bertujuan untuk mewujudkan dan meningkatkan kesejahteraan bagi setiap individu yang membawa mereka kepada kebahagiaan dunia dan akhirat (falah). Dengan demikian, perhatian utama ekonomi Islam adalah pada upaya bagaimana manusia meningkatkan kesejahteraan materialnya yang sekaligus akan meningkatkan kesejahteraan spiritualnya. Karena spiritual harus hadir bersamaan dengan target material, maka diperlukan sarana penopang utama, yaitu moralitas pelaku ekonomi. (Asri Nur Lestari)
 
Referensi: Pembelajaran mata kuliah Mikro Ekonomi Islam semester 3 STEI SEBI oleh Ustad Hendro Wibowo SEI,MM.

Kamis, 04 Juni 2015

#NulisRandom2015 - Jum’at, 05 Juni 2015



Bila pada akhirnya memang sudah menjadi keharusan untuk aku harus menghindari perbedaan ini, maka aku akan pergi, aku akan menjauh dan mencoba hidup sebagaimana hidup yang aku inginkan.

Bila pada akhirnya memang sudah menjadi kisahnya untuk aku harus memutuskan bahwa jalan yang aku pilih bukanlah jalan yang engkau pilih dan kisah diantara kita tertulis sangatlah berbeda.

Bila pada akhirnya memang sudah menjadi jalannya untuk aku harus berjalan menyelusuri hidup ini bersama diri dan harapnku saja, dan kamu tetap berdiri disana merangkai kisah indah bersama mimpimu.

Bila pada akhirnya memang sudah menjadi keputusan-Nya untuk aku dan kamu masih bisa saling menggenggam tangan, maka syukurilah segala yang Dia beri, karena mungkin Dia masih memberi kesempatan kepada kita untuk merangkai sesuatu bersama.

Dan bila pada akhirnya memang sudah menjadi takdir dari Tuhanku, maka ku relakan semua terjadi. Bukan karena keputus asaanku terhadap kisah hidupku, namun karena aku mengetahui Tuhanku sedang siapkan sesuatu yang pasti itu terbaik.

Dalam kisah cerita kasih diantara kita, ikhlaskan yang sudah terjadi, relakan yang sudah ada dan mari kita berjuang mengejar apa yang menjadi keyakinan diantara kita.

Tiada paksaan untuk kita dapat selalu bersama, tiada paksaan untuk kita dapat selalu merangkul, hanya saja Tuhanku takdirkan engkau hadir disini. Sebagai pembelajaraan maupun sebagai mengingat dikala aku lupa.

Kasih yang sempat terjalin indah, semoga menjadi kenangan yang akan menumbuhkan rasa peduli diantara kita, kasih yang sudah ada, semoga menjadi kekuataan untuk aku terus menatap masa pilihanku.
Jum’at, 05 Juni 2015
Gazebo STE SEBI-10:30

#NulisRandom2015 - Kamis, 05 Juni 2015



Kita tiada dituntut untuk  selalu menjadi  yang terbaik namun kita dituntut untuk selalu mencoba melakukan dengan cara terbaik.

Cinta tiada menuntut kesempurnaan, dia hanya datang disaat sang penerima sudah siap dengan hadirnya, dia pantas menilai dengan berbagai aspek didalamnya.

Sosoknyapun tiada meminta untuk terperfect didalamnya, namun sosoknya memilih terbaik untuk masa depannya nanti.

***

Sukses seseorang tiada ditentukan oleh orang lain. Kesempurnaan hidup tiada ditakdirkan oleh teman, saudara bahkan kedua orang tuanya, namun pribadi individu dalam mendidiknya.

Aku dan mimpiku, tiada sama sperti dirimu kawan. Tujuan yang kita rajut dengan langkah pasti yang juga tiada bertemu, memaksaku untuk memisahkan diri dan berjalan biar seorang diri.

Aku dan cita-citaku, tiada berbeda dengan yang lainnya. Ingin meraih bahagia diujung penantian. Bukan kesedihan dan penyesalan yang diharapkan, aku mohon semangatilah aku, aku mohon dukunglah aku dan aku mohon apresiasilah aku.

Aku dan hidupku, tiada kata lain selain sukses yang ingin diraih dan surga sebagai akhirnya.

***

Berjalan dikoridor yang tak sama, berjalan dijalan yang juga berlainan, memaksaku untuk membunuh hawa dan nafsu sesaat. Bantu aku untuk terus sabar, untuk terus berjalan meski tertatih, untuk terus berjalan meski luka dirasa.

Waktu yang diberikan sudah cukup mengantarkanmu kepada jalanmu, waktu yang diberikan sudah cukup membuatku belajar banyak hal, waktu yang diberikan sudah cukup bagiku untuk mengenal siapa kamu.

Biarlah aku hanya menjadi sesaat, biarlah aku tak menjadi selamanya dan biarlah aku bukan menjadi mereka yang disisimu karena semua itu sudah kamu miliki saat ini.

Izinkan aku pergi untuk menjemput mimpiku, izinkan aku pergi mengejar citaku, izinkan aku pergi bahagia pilihanku.

Mungkin visi yang kita bangun diawal tidak menjadikanku kuat untuk selamanya, tidak menjadikanku tangguh untuk menghadapinya, tidak menjadikanku pribadi diriku sendiri.

Sudahlah, mungkin memang ini jalannya, mungkin memang ini yang harus terjadi dan mungkin yang terbaik adalah ini.

***

Ku tunggu engkau dipersimpangan jalan, ku tunggu engkau diujung jalan, ku tunggu engkau diakhir penantian.

Untuk kita dapat saling menceritakan perjalanan panjang yang sudah kita lalui, untuk kita dapat saling berjumpa dengan pembuktian kebahagiaan masing-masing pilihan kita.

Sabarlah sabar wahai kawanku, saat ini biarlah perasaan dan logika kita bermain. Dalam menentukan kemana kaki kita akan melangkah, dimana kaki kita akan berpijak dan apa yang harus kita lakukan.

Tetaplah genggam tanganku, tetaplah rangkul pundakku, tetaplah disini bersamaku. Karena aku masih membutuhkan sahabat sepertimu.
Kamis, 05 Juni 2015
Asrama B2-19:00

#NulisRandom2015 - Rabu, 03 Juni 2015



Seiring waktu bergulir, seiring waktu melangkah dan seiring waktu berlalu. Setiap orang pasti berubah. Entah baik menjadi tidak baik atau yang kurang baik menjadi sangat baik atau dari yang tidak terlihat menjadi bersinar tatkala badai sekalipun sosoknya akan tetap dicari, walau hanya disaat membutuhkan saja...

Dalam lembaran folio tersebut tertulis berbagai kesan selama ini tentang diriku. Hari ini hari dimana pengobat rasa gundahku. Tatkala aku inginkan kritikan dan masukan untuk perubahan diri, akhirnya ku temukan berbagai makna didalam folio ini.

***

Yang aku fahami adalah ketika seseorang semakin dapat menyebut berbagai keburukan dan hal-hal yang tidak baik dalam dirimu, artinya dia sangat menyayangimu, dia sangat mencintaimu dan dia sangat memperhatikan dirimu.

Kata temanku, apa yang sudah aku berikan sehingga banyak yang ucapkan terimakasih dan kebahagiaan diatas goresan folio diatas. Hmmm.. walaupun sebagian besar adalah hal-hal positif dan kesan-kesan baik dari teman-teman semua dan dapat menjadikan diriku merasa beerharga, namun aku takut.

Aku takut untuk terus terbang semakin tinggi. Iya, terbang semakin tinggi  hingga melupakan daratan tempat aku berpijak.

***

Ku buka kembali curahan hati sahabat-sahabatku pagi itu. Senyum dan tawa kecil terukir saat setiap barisnya ku baca kalimat-kalimat tersebut. Dan lagi, ku temukan penghargaan luar biasa dari mereka.
Ketika dahulu, aku rasakan kesendirian, sepi dalam ramaianya sudut kelas. Ku temukan masa dimana penghargaan dan kebahagiaan berada disekeliling sahabat-sahabat yag luar biasa.

Sosok-sosok religius membawaku kepada keadaan sempurna atas keimanan, membawa terjatuh dalam jurang kebangkitan semangat untuk bangit melawan ketertinggalan.

Semangat yang mereka berikan, membuatku yakin untuk terus berusaha menyama-ratakan standar. Hmm.. ketika engkau katakan beratkah, maka akan ku jawab ya, berat. Tetapi, seribu satu alasan datang untuk mengahpus statment tersebut.

Ya berat namun mereka merangkul ku dikala aku tak mampu, mengulurkan tangannya dikala aku jatuh dan ikhlas senyumnya untuk kebangkitan semangatku.

Perbedaan selalu-lah ada, perselisihan-pun tidak dapat dihindarkan, atau pertengkaranpun tak dapat dihindari. Namun semua ada menjadikan indah. Perbedaan yang kami miliki, ketidak-samaan presepsi yang kami punya dan kepribadian yang bertentangan menjadikan pelangi berwarna-warni lebih nyaman dipandang.

Adanya persamaan diantara kami menjadikan melangkah bersama itu menyenangkan, menjadikan genggaman tangan tersebut menguatkan dan menjadikan pelukan itu tanda engkau menyayangimu.

***

Teruntuk engkau yang Allah izinkan kita bertemu dalam jalinan ukhuwah..

Maaf, bila selama ini kekuranganku tak mampu bahagiakanmu, bila selama ini keegoisanku selalu mewarnai hari-hari yang kita lalui atau bila selama ini ketidak-pekaanku kepadamu menjadikan kamu harus selalu bersabar menghadapiku.

Bila ada yang bertanya, maukan aku untuk dipisahkan dengan kalian?

Dengan lantang akan aku katakan bahwan aku tiada kan rela. Sekalipun keadaan memaksakan maka aku yang akan berada dibaris terdepan untuk juga memaksa agar kami tetap dipersatukan.

Demi masa yang hampir setahun kita jalani bersama. Tetaplah berjalan disisiku, tetaplah genggam tanganku dan tetaplah menjadi sahabatku.

Aku tau aku taida sempurna. Kesalahan dan lukaku terlihat dimana-mana namun dengan segenap cintaku kepadamu akan ku serahkan segala daya untuk dapat lakukan yang terbaik untukmu, untuk dapat melindungimu dan untuk tetap dapat selalu disampingmu dalam setiap keadaan  tersulit sekalipun.

Ingatkan aku sahabat, ingatkan aku ketika aku mulai alfa, ketika aku mulai berjalan  ukan pada jalannya. Karena aku sangat membutuhkanmu sebagai penuntunku ke surga...
Rabu, 03 Juni 2015
19:00-Asrama B2